Selasa, 07 Juni 2011

Udang Raksasa Panjangnya 1 Meter

Espen Horn
KOMPAS.com — Fosil predator yang mirip udang dengan panjang 1 meter ditemukan di sebelah tenggara Maroko. Hewan tersebut memiliki ukuran terbesar di jenisnya dan diperkirakan mendominasi laut pada zaman pra-dinosaurus selama jutaan tahun.
Hewan yang disebut Anomalocaridid itu mirip seperti udang dan sotong. Salah satu bagian di kepalanya menonjol dan melingkar. Mulut mereka berlapis serta membuka dan menutup seperti diafragma kamera.
Anomalocaridid terbesar sebelum temuan ini berukuran 0,6 meter. Ukuran yang seperti itu saja sudah membuatnya hewan terbesar dalam periode Cambria (542 hingga 501 juta tahun yang lalu), saat invertebrata banyak berevolusi menjadi berbagai hal.
Selain ukuran, hal lain yang mengejutkan dari penemuan ini adalah usia fosil yang terbilang muda, diperkirakan berumur 488 hingga 472 tahun yang lalu. "Hewan ini ternyata bertahan hidup 30 tahun lebih lama dari yang diperkirakan," kata Derek Briggs, Direktur Yale Peabody Museum, yang turut serta pada studi.
Anomalocaridid menyebar luas pada saat periode Cambria, tetapi mulai tidak ditemukan pada era 510 juta tahun yang lalu. "Apa mereka punah atau kita mencari di tempat yang salah?" kata Briggs belum bisa menjawab misterinya. Ternyata, jaringan lembut rusak sebelum terbentuk fosil. Khusus untuk fosil yang ditemukan di Maroko ini, ilmuwan beruntung karena endapan di sekitarnya membuat hewan terawetkan.
Anomalocaridid akhirnya memang punah dan tidak menghasilkan keturunan modern. "Digantikan ikan dan predator laut lain," kata Briggs menjelaskan. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu

Misi "Bertani" Mentimun di Luar Angkasa

KOMPAS.com — Astronot pesawat Rusia, Soyuz TMA 02M, yang akan diluncurkan pada Rabu (8/6/2011) dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, kini punya mimpi baru. Mereka berharap bisa memakan salad dengan mentimun dan tomat yang ditumbuhkan di luar angkasa, tepatnya di Stasiun Antariksa Internasional  (International Space Station/ISS).
Dalam konferensi pers sebelum peluncuran yang digelar hari ini, astronot Jepang yang ikut misi Soyuz, yakni Satoshi Furukawa, mengatakan rencananya untuk bertani mentimun di angkasa. Harapannya, suatu saat mentimum hasil panen bisa dimakan.
Selain mentimun, akan ditumbuhkan pula tomat. Kosmonot Rusia, Sergei Kolkov, yang bertanggung jawab dalam penanaman tomat itu mengatakan bahwa ia pun sangat ingin menikmati salad yang terbuat dari sayuran yang ditumbuhkan di angkasa itu. Akan tetapi, untuk sampai pada tahap itu masih butuh waktu lama.
"Kami ingin memakannya, tetapi untuk saat ini kami belum diizinkan," ungkap Furukawa, seperti dikutip Voice of Russia hari ini (6/6/2011).
Saat ini, tujuan utama menumbuhkan mentimun adalah meneliti hormon pertumbuhan. Pesawat Soyuz TMA 02M yang akan diluncurkan ke ISS pada Rabu nanti akan membawa beberapa awak. Selain Furukawa dan Volkov, pesawat ini akan membawa astronot NASA, Michael Fossum. Misi bertani mentimum sendiri akan dimulai dalam beberapa bulan ke depan