Jumat, 10 Desember 2010

Singkat Nasional
 
 
Cantiknya! Foto Bromo dari Luar Angkasa
 
Gambar Bromo pernah diambil satelit milik NASA, juga ESA, badan antariksa Eropa.
Rabu, 24 November 2010, 09:06 WIB
 
Foto cantik Bromo diambil dari satelit ESA Earth Observation (ESA Earth Observation)
 
VIVAnews -- Gunung Bromo kini jadi pusat perhatian. Sebab, gunung setinggi 2.392 meter itu menyimpan potensi bahaya. Pada Selasa 23 November 2010 pukul 16.30 WIB, diputuskan Bromo berstatus Awas atau Level IV.

Peningkatan status Awas kurang dari 24 jam dari peningkatan status Waspada ke Siaga yakni pada Senin 22 November pukul 23.00 WIB. Belum diketahui, apakah Bromo akan erupsi, namun sejarah mencatat berulang kali gunung ini bergejolak. Yang terakhir pada tahun 2004.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengabadikan foto satelit Merapi pada 8 Juli 2010. Gambar tersebut diambil melalui satelit IKONOS.

Foto Gunung Bromo yang diambil Satelit NASA


Bromo diambil dari satelit IKONOS 8 Juli 2001.

Sementara, satelit mikro Proba milik Badan Antariksa Eropa atau European Space Agency (ESA) mengambil foto Bromo pada 19 Juni 2004.

Gambar ini diambil dengan instrumen Compact High Resolution Imaging Spectrometer (CHRIS). Gambar ini sungguh cantik. Bahkan sutus environmental graffiti menobatkan foto itu sebagai satu dari 20 foto gunung tercantik di dunia.

Penampilan cantik Bromo diambil dari satelit ESA Earth Observation

Sama seperti Merapi, bagi penduduk sekitarnya, Bromo sangat berarti. Bukan hanya soal ekonomi -- tanahnya yang subur dan daya tarik wisatanya.

Diambil dari nama dewa utama Hindu, Brahma, Bromo bagi masyarakat Tengger adalah gunung suci.

Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo.

Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa

(NASA, ESA)
Foto satelit kaldera Bromo
Ditemukan, Hewan Aneh di Dasar Laut Sulawesi
Bentuk hewan aneh ini tak biasa. Mirip cumi, tapi bukan cumi. Seperti cacing, tapi bukan.
Rabu, 24 November 2010, 10:06 WIB
 
Cacing cumi atau Teuthidodrilus samae ( Laurence P. Madin / Woods Hole Oceanographic Institute )

VIVAnews -- Spesies baru nan unik ditemukan melimpah di Laut Sulawesi. Seperti cumi-cumi, tapi bukan hewan bertentakel itu. Mirip cacing tapi juga bukan. Akhirnya para ilmuwan sepakat menamakan hewan itu 'squid worm' alias 'cacing cumi'.

Penyebutan sebagai cacing cumi bukan hanya karena bentuknya yang mirip, tapi juga berdasarkan karakteristiknya. Tapi, nama ilmiahnya adalah Teuthidodrilus samae.
Hewan unik itu ditemukan oleh ilmiwan dari Woods Hole Oceanographic Institute dan the University of California, Santa Cruz. Lokasinya berada di Laut Sulawesi. Spesies ini diduga kuat berperan sebagai missing link antara spesies yang hidup di lumpur dasar laut dan  yang hanya hidup dalam kolom air.

Para ilmuwan menggunakan kapal penjelajah laut yang dikendalikan jarak jauh di cekungan sedalam  2.800 hingga 2.900 meter di antara Indonesia dan Filipina. Atau hanya berjarak 100 meter dari dasar Laut Sulawesi.

Ahli biologi kelautan Santa Cruz, Karen Osborn mengatakan, warna tubuh cacing cumi adalah transisi dari coklat ke hitam. Otot terbesar di bawah kulitnya yang berwarna merah muda mengkilap digunakan untuk berenang.

"Ini merupakan spesies peralihan antara nenek moyang bentik - makhluk hidup dalam lumpur di dasar laut - dan spesies lain yang hidup di kolom air yang tak pernah pergi ke lantai laut," kata Osborn, seperti dimuat situs MSNBC, Rabu 24 November 2010.

Mempelajari spesies baru diharapkan membantu  mengumpulkan sejarah evolusi makhluk dan menentukan karakteristik mereka.

Ditambahkan Osborn, cekungan Laut Sulawesi dikelilingi parit itu. Ini mencegah percampuran spesies di kedalaman 1.500 meter. "Ini sungguh dalam dan terisolasi dari perairan di dalamnya," kata dia.

Baru sedikit eksplorasi yang dilakukan di laut dalam. Hadirnya spesies baru, cacing cumi membuktikan, ada banyak hal yang masih jadi misteri di dasar lautan.
"Penemuan ini menunjukkan berapa banyak yang belum kita tahu ada di bawah sana. Bayangkan hal-hal menarik lain yang bisa jadi berada di dasar laut." (sj)

Baca Juga
Hewan Aneh Ditemukan di Dasar Laut Sulawesi
10 Wanita Biasa yang Jadi Pewaris Kerajaan
Cantiknya, Foto-Foto Gunung Bromo Bidikan NASA
Jakarta Hanya Mampu Menahan Gempa 7 Skala Richter
Mantan Halle Berry Incar Kim Kardhasian
Mobil-mobil Mewah Koleksi David Bechkam
Wowww, Tempat-tempat Makan Enak di Jakarta
Lima Raksasa Ekonomi Dunia

• VIVAnews

Kamis, 16 September 2010

Justin Bieber Pria Pedofilia 51 Tahun?


JURNALIS The Onion News Network membuat heboh dunia. Hasil investigasi mereka yang ditayangkan secara online menyebutkan bahwa Justin Bieber bukanlah remaja berusia 16 tahun, melainkan seorang pria pedofilia berusia 51 tahun yang sedang menyamar. Wow!! Menurut Onion, pria tua tersebut bernama asli Michael Cote.
Ia melakukan penyamaran sebagai Justin Bieber selama bertahun-tahun dengan menggunakan sebuah wig dan topeng karet. Dalam video tersebut, Cote ditahan oleh sejumlah polisi yang datang ke rumahnya. Bahkan sempat ditayangkan juga Andrew Matheson selaku Kepala Kepolisian Los Angeles menggelar jumpa pers atas penangkapan pria tua yang telah melakukan kejahatan pedofilia di 50 negara bagian tersebut.
Sementara itu di tayangan berikutnya, Onion menampilkan Dr. Hanna Carrier selaku psikologis kriminal mengatakan bahwa lagu-lagu yang dinyanyikan Justin Bieber memang sengaja dipasarkan untuk menarik perhatian para gadis remaja. Bukan hanya itu saja, ibunda Justin yang dikenal sekarang - diungkapkan Onion - adalah seorang sahabat Cote dulunya. Wanita itu adalah seorang pecandu heroin yang tinggal di Kanada.
Semua hal mengenai Justin Bieber diungkapkan Onion atas kecurigaannya terhadap salah satu artikel TMZ di mana wajah Justin terlihat mengelupas di atas panggung. Dari situ muncul investigasi terhadap beberapa korban sang bintang fenomenal tersebut. Benarkah Michael Cote adalah Justin Bieber? Atau hanya sensasi dari Onion News Network yang biasanya menampilkan hal-hal absurd dengan cara profesional mereka? Bagaimana menurut Anda?.(kpl/net)